Home » » GARA-GARA TELUR BUAYA

GARA-GARA TELUR BUAYA

Posted by Unknown
Blogger Hard, Updated at: 10:24 PM

Posted by Unknown on Monday, June 11, 2012


Dahulu kala terdapat sebuah kampung dipinggir danau. Kampung itu bernama kampung nelayang karena sebagian besar warganya adalah nelayan. Disana hidup sebuah keluarga dengan anaknya yang bernama Budiman. Bila mereka pergi mencari ikan, Budiman tinggal menjaga rumah.
Pada suatu hari suami istri itu seperti biasanya sedang mencari ikan di danau. Pada waktu mereka mengangkat jaring untuk kesekian kalinya, dalam jaring itu terlihat sebutir telur yang amat besar. Karena takut, telur itu mereka masukkan kembali ke dalam danau. Anehnya, setiap kali mereka mengangkat jaring, telur itu selalu terbawa lagi. Tidak ada satu ikan pun yang tertangkap.

Kejadian itu berulang terus, walaupun mereka pindahkan jaringnya ketempat lain. Tampaknya telur itu ingin sekali ikut bersama mereka. Akhirnya, telur itupun mereka bawa pulang.
Sampai dirumah, mereka lihat Budiman sedang tidur. Karena tidak berhasil mendapat ikan, sang ibu lalu merebus telur itu. Setelah matang telur itu mereka makam sebagai lauk bersama nasi.
Begitu selesai makan, timbullah suatu keajaiban. Kedua suami istri itu perlahan-lahan berganti rupa menjadi 2 ekor buaya besar. Akan tetapi, kejaiban ini tidak menimpa Budiman. Ia belum sempat memakan telur itu karena masih tertidur.
Setelah terjaga dari tidurnya, Budiman menjadi ketakutan, iapun menangis setelah tahu ayah ibunya menjadi sepasang buaya. Kedua ekor buaya tersebut segera membelai anak mereka itu. Setelah anaknya tenang, ayahnya menasehati “ Budiman, jangan kau makan sisa telur dimeja makan itu. Siapa saja memakan telur itu akan berubah wujud menjadi buaya”.
Kedua buaya tersebut masuk kedanau untuk bertempur dengan buaya putih. Buaya putih adalah buaya yang telah mengubah wujud mereka. Pesan lain juga mereka sampaikan untuk Budiman. Apabila timbul warna merah pada air danau, berarti mereka  kalah. Akan tetapi, bila timbul warna putih, berarti buaya putihlah yang kalah. Tanda itu akan terlihat bila hujan turun pada saat hari panas dan ada pelangi di langit.
Budiman hanya termenung ditepi danau menunggu tanda dari kedua orang tuanya. Tiap hari ia memandang air danau. Ia berharap agar orang tuanya muncul lagi. Orang-orang kampung tidak tahu bahwa orang tua Budiman telah berubah menjadi buaya. Mereka hanya tahu keduanya tewas tenggelang di danau.
Akhirnya, pada suatu hari hujan turun dan muncullah pelangi di langit. Tiba-tiba air danau menampakkan warna putih. Melihat itu, Budiman yakin itu pertanda kedua orang tuanya telah memenangkan pertempuran dengan buaya putih. Akan tetapi, keduanya tak pernah kembali. Tinggallah Budiman tetap menunggu dan terus menunggu hingga akhir hayatnya.
 Ingin baca cerpen yang lain, klik disini atau disini      

Share This Post :

1 comments:

  1. Apples are an annual fruit crop coming from the West Asia region with a sub-tropical climate
    bandar togel indonesia

    ReplyDelete

 
Copyright © 2015 Blogger Hard. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design